Persoalan Arisan korban menurut ilmu Ekonomi

Kelompok 2 Mata Kuliah PSI

Ini adalah blog dari kelompok 2 mata kuliah Pengantar Study Islam yang diampu oleh Bapak Muhammad Qouwim M.Ag, Universitas Islam Negri Yogyakarta, Fakultas Tarbiyah, Jurusan Kependidikan Islam, Semester I.

Rabu, 15 Desember 2010

tradisi suronan dipandang dari sudut Antropologi


 tentang tradisi suronan di jigjakarta

secara sudut pandang kebudayaan atau tradisi,
Ritual peringata suranan di kalangan masyarakat Yogyakarta khususnya Kraton sudah berlangsung secara turun temurun sehingga tidak bisa dikaitkan dengan kegiatan keagamaan sehingga ritual itu sangat dibolehkan bahkan dianjurkan oleh Sultan karena untuk mempertahankan kebudayaan Jawa.

Dari sudut pandang social masyarakat,
Ketika ritual itu berlangsung, banyak manfaat yang dapat diambil salah satunya adalah sebagai ajang untuk mempererat tali silahturahmi antar masyarakat, solidaritas terjalin semakin kuat, sikap gotong-royong sangar kental. Sehingga ritual tersebut sampai saat ini masih ada.

Dari sudut pandang agama,
Itu tergantung dari niatan orang yang melakukan kegiatan ritual tersebut. Apabila seseorang melakukan kegiatan tersebut dengan niatan hanya untuk mendekatkan diri kepada Allah, itu dianggap sebagai bid’ah. Akan tetapi ketika niatannya sekedar melestarikan budaya itu sah-sah saja.

18 komentar:

  1. bid'ah disini bid'ah yang bagai mana?????
    karena bid"ah itu ada 2?????

    sanapi (10470054)

    BalasHapus
  2. dalam hal tersebut lakukan lah dengan sewajarnya jangan meyakini sepenuh hati atas apa dampak jika kita tidak meklakukan kegiatan tersebut,karena tanpa izin Alloh maka tidak akan terjadi suatu apapun,
    tapi ada nilai yang dapat di ambil karena dapat mempererat tali silaturahmi dan melestarikan kebudayaan tanpa harus menyimpang dari ajaran islam
    Siti Bariroh
    10470072
    KI C

    BalasHapus
  3. resti wulwn sari(10470082)
    menurun kelompok anda apa tradisi tersebut harus dilestarikan atau kah tidak?dan mengapa??

    BalasHapus
  4. tradisi suronan merupakan warisan budaya yang harus dilestarikan. asalkan dengan niat yang benar dan tidak menyimpang dari syari'at Islam

    (10470080)

    BalasHapus
  5. "banyak manfaat yang dapat diambil salah satunya adalah sebagai ajang untuk mempererat tali silahturahmi antar masyarakat, solidaritas terjalin semakin kuat, sikap gotong-royong sangat kental".
    tetapi sebaiknya kita jangan terlau mempercayai ritual tersebut hanya karena manfaat yang banyak tersebut ..

    BalasHapus
  6. saya miftah arifudin (10470048)

    BalasHapus
  7. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  8. faozan 10470051
    itu adalah budaya yang perlu dilestarika.....namun jangan sampai budaya itu meyekutukan Allah..
    Bid'ah?anda jelaskan dahulu bid'ah tersebut.

    BalasHapus
  9. warsih rohayani/10470077
    mempertahankan budaya Jawa? asal tidak sampai melanggar syariat islam sich gak pa"....

    BalasHapus
  10. @Irfa maalina L :
    Tradisi ini berlangsung salah satunya karna faktor sejarah. dahulu para ulama menjadikan tradisi kebudayaan sebagai salah satu media penyebaran agama islam. ini merupakan bagian dari akulturasi untuk mempermudah penerimaan ajaran islam oleh masyarakat setempat. untuk sekarang ini baiknya kita dapat menyikapi hal ini dengan menjadikan hal tersebut sebagai bagian dari kekayaan budaya kita dan tetap memegang teguh keimanan kita pada Allah SWT.

    BalasHapus
  11. @Ahmad Novianto //10470050//
    "Niat melestarikan budaya" ...
    Apa itu termasuk bid'ah ..???
    Mengapa demikian ..??

    BalasHapus
  12. budaya memang harus dilestarikan,,,terkadang manusia juga sudah bersugesti,,jika budaya tersebut tdk di lakukan maka akan terjadi suatu masalah,,,,jadi mau tdk mau warga jogja melakukan tradisi tersebut,,,toh manfaat yg bs di ambil jg ada,,,,walaupun banyak jg kemahdoroyannya

    BalasHapus
  13. untuk kelompok 2, tolong dong dijawab pertanyaan Q.....!!!!!!!


    nama: sanapi
    nim: 10470054

    BalasHapus
  14. budaya memeng harus di lestarikan, jangan sampai di klaim oleh negara lain, tapi juga menyekutukan Allah......
    dan bagaimana menyikapi sikap generasi muda yang tidak mempedulikan hal2 tersebut????

    annisa wahyuni (10470066)

    BalasHapus
  15. Suronan merupakan budaya warisan leluhur, ada sisi positif dan negatif. Tidak apa jika akan dilestarikan asalkan tidak menyimpang dari sisi agama...
    Nurhabibah 10470062

    BalasHapus
  16. tradisi boleh dilestarikan asal jangan meyimpang dengan ajaran agama..
    muhammad tria 10470043 ki c

    BalasHapus
  17. ALIF SARIFUDIN (10470052)
    Tradisi memperingati 1 muharrom atau sering di sebut orang jawa suronan itu memang sudah menjadi tradisi di daerrah jawa khususnya Yogyakarta ini yang sampai saat ini masih di lestarikan. Traadisi itu boleh di laksanakan asal jangan menyimpang dengan ajaran agama.Karena itu sudah budaya yang sudah ada dari jaman dulu dan sudah melekat pada masyarakat.
    Apapun tradisinya yang penting ISLAM AGAMANYA,ALLOH SWT TUHAN-NYA,MUHAMMAD ROSUL-NYA.

    BalasHapus

pelanggan