tentang tradisi suronan di jigjakarta
secara sudut pandang kebudayaan atau tradisi,
Ritual peringata suranan di kalangan masyarakat Yogyakarta khususnya Kraton sudah berlangsung secara turun temurun sehingga tidak bisa dikaitkan dengan kegiatan keagamaan sehingga ritual itu sangat dibolehkan bahkan dianjurkan oleh Sultan karena untuk mempertahankan kebudayaan Jawa.
Dari sudut pandang social masyarakat,
Ketika ritual itu berlangsung, banyak manfaat yang dapat diambil salah satunya adalah sebagai ajang untuk mempererat tali silahturahmi antar masyarakat, solidaritas terjalin semakin kuat, sikap gotong-royong sangar kental. Sehingga ritual tersebut sampai saat ini masih ada.
Dari sudut pandang agama,
Itu tergantung dari niatan orang yang melakukan kegiatan ritual tersebut. Apabila seseorang melakukan kegiatan tersebut dengan niatan hanya untuk mendekatkan diri kepada Allah, itu dianggap sebagai bid’ah. Akan tetapi ketika niatannya sekedar melestarikan budaya itu sah-sah saja.

